Apa jadinya kalau dulu aku tidak egois?
Apa jadinya kalau dulu aku mau berbagi kamar dengan tiga teman lainnya yang bahkan belum ku ketahui sosoknya?
Apa jadinya kalau dulu aku rela berpisah sedikit lebih jauh dengan keluargaku?
Apa jadinya kalau dulu aku memilih jalanku yang satu lagi?
Apa jadinya kalau dulu aku memilih dramaga, bukan depok?
Apa jadinya kalau dulu aku tidak menyia-nyiakan seratus lima puluh ribu rupiah untuk formulir yang sudah kuhitamkan jurusannya dengan mantap?
Berada dimanakah aku sekarang, kalau aku tidak memilih jalanku saat ini?
I have no idea.
Sampai sekarang pun aku tak tahu, kemana aku akan melangkah selanjutnya.
Dalam pikiranku, masih terbayang gelarku insinyur (setidaknya). Bukan sarjana komputer.....