Pernah denger kata feromon? Feromon, semacam zat kimia yang ada di manusia dan hewan. Pertama kali gue denger kata feromon waktu kelas 2 SMA, pas pelajaran biologi. Kata guru biologi gue, feromon itu unik. Feromon itu yang bisa bikin kita jatuh cinta. Feromon itu pula yang bisa bikin kita cocok dan nyaman sama orang lain.
Berdasarkan Wikipedia, feromon itu berasal dari bahasa Yunani, yaitu Phero dan Mone. Phero sendiri artinya adalah pembawa dan Mone artinya adalah sensasi. Jadilah feromon diartikan sebagai pembawa sensasi (?). Feromon itu senyawa kimia, wujudnya ngga terlihat, mungkin kalo di kimia dia masuk golongan gas kali yaaa :p Tapi walaupun ngga terlihat, feromon ini bisa dirasakan sesama spesies. Nah, bagian buat ngerasainnya ini tuh ada di hidung. Jadi feromon ini punya bau khas tersendiri yang nantinya ditangkap sama organ vomeronasal di indra penciuman manusia. Udah masuk ke hidung, jalan deh tuh ke otak. Di otak senyawa-senyawa ini diproses lagi yang akhirnya nanti diterusin ke hormon-hormon manusia dan akhirnyaaaa berdampak pada tingkah laku si manusia tersebut.
Sering denger istilah chemistry kan? Nah, dari sinilah asal muasalnya itu. Karena feromon itu senyawa kimia dan senyawa kimia itu kan hobinya berikatan (inget kan waktu belajar kimia ada ikatan-ikatan kimia? :p) makanya muncul istilah chemistry itu. Ikatan senyawa kimia antara satu orang dengan orang lainnya itu adalah ikatan dari senyawa kimia feromon. Senyawa itu yang menimbulkan perasaan suka dan lain-lainnya.
Feromon antara satu orang dengan orang lainnya itu beda-beda, makanya tingkat kecocokan antara satu orang dengan orang lainnya juga berbeda-beda. Feromon juga ada di hewan, kurang lebih sama lah kayak yang ada di manusia juga. Jadi, jatuh cinta itu merupakan hal yang alamiah, kawan! Wong datangnya dari tubuh kita sendiri. Hahaha. Jadi, jatu cinta itu yang benar dari hidung, naik ke otak dulu, baru deh turun ke hati. Kalo dari mata langsung turun ke hati itu sih namanya lapar mata, Bos! hahaha :p
Label: life, love